Padang, 11 September 2026 – Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru olahraga dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan, telah dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema Pelatihan Water Rescue dan Resusitasi Jantung Paru (RJP) bagi Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SMP Se-Kota Padang pada Rabu, 10 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Keolahragaan ini diikuti oleh 72 orang guru PJOK SMP Se-Kota Padang. Pelatihan dilaksanakan diketuai oleh Dr. Fadh Mukhtarsyaf, S.Pd., M.Pd dengan anggota Dr.Jonni Mardizal, M.M

Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk kegiatan yang memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada para peserta. Tidak hanya mendapatkan materi secara teori, para guru juga diberikan kesempatan untuk demonstrasi, melakukan praktik, serta mengikuti simulasi penanganan kondisi kegawatdaruratan.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan keselamatan dalam aktivitas di lingkungan perairan, konsep dasar water rescue, teknik dasar penyelamatan korban di air, hingga penanganan awal korban tenggelam. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengenalan kondisi henti jantung dan henti napas, konsep dasar Resusitasi Jantung Paru (RJP), serta praktik pelaksanaan RJP.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami bahwa penanganan awal dalam kondisi darurat membutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan. Oleh karena itu, proses pelatihan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui praktik langsung dan simulasi agar peserta dapat lebih memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber dan instruktur yang memberikan materi sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Mereka adalah Donal Syafrianto, SSt.FT., M.Fis, Robert Candra Eka Putra, S.Sos., M.Si. selaku Sekretaris BPBD Kota Padang, Dr. Andri Gemaini, S.Si., M.Pd, dan Dr. Nuridin Widya Pranoto, S.Pd., M.Pd.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan mulai dari penyampaian materi, demonstrasi, praktik, simulasi, hingga evaluasi keterampilan. Dengan adanya kegiatan ini, para guru diharapkan dapat lebih memahami prinsip keselamatan saat melakukan penyelamatan di lingkungan perairan serta mengetahui langkah-langkah dasar dalam memberikan pertolongan pada kondisi kegawatdaruratan.

Pelatihan Water Rescue dan Resusitasi Jantung Paru (RJP) ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi guru PJOK, khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan awal. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan juga diharapkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat dalam menjalankan aktivitas pendidikan dan olahraga yang lebih memperhatikan aspek keselamatan.

Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan berlangsung dengan tertib dan lancar. Antusiasme peserta dalam mengikuti materi, praktik, dan simulasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan ini. Melalui pelatihan seperti ini, diharapkan semakin banyak tenaga pendidik yang memiliki pemahaman dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat, terutama yang berkaitan dengan keselamatan di lingkungan perairan dan penanganan awal kegawatdaruratan.