Berita

IWbA Sumbar Gelar Refreshing Wasit Woodball 2026 untuk Perkuat Kompetensi Perangkat Pertandingan

Padang, 29 Agustus 2026 — Ikatan Woodball Indonesia (IWbA) Sumatera Barat menyelenggarakan Refreshing Wasit Woodball 2026 sebagai upaya memperkuat kompetensi, pemahaman regulasi, dan profesionalisme perangkat pertandingan woodball. Kegiatan dilaksanakan di Kampus II Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP), Lubuk Buaya, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan dibuka oleh Ketua Umum IWbA, Prof. Dr. Anton Komaini, S.Si., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas wasit perlu dilakukan secara berkelanjutan seiring dengan perkembangan olahraga woodball dan tuntutan terhadap kualitas penyelenggaraan pertandingan.

Menurutnya, wasit memiliki peran penting dalam menjaga pertandingan berlangsung sesuai regulasi, objektif, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Karena itu, penyegaran terhadap pemahaman peraturan diperlukan agar para wasit memiliki persepsi dan standar penerapan yang sama ketika bertugas di lapangan.

“Refreshing wasit merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas pertandingan. Pemahaman terhadap peraturan harus terus diperbarui agar setiap wasit memiliki persepsi dan standar penerapan yang sama dalam memimpin pertandingan,” ujar Prof. Dr. Anton Komaini, S.Si., M.Pd.

Kegiatan menghadirkan dua pemateri yang memiliki kompetensi di bidang olahraga dan kepelatihan, yaitu Dr. Nuridin Widya Pranoto, S.Pd., M.Or. dan Endang Sepdanius, S.Si., M.Or., Ph.D. Keduanya memberikan pembekalan yang diarahkan pada peningkatan pemahaman dan keterampilan wasit dalam menjalankan tugas pada pertandingan woodball.

Materi yang disampaikan menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai regulasi pertandingan, mekanisme pengambilan keputusan, serta aspek teknis dalam pelaksanaan pertandingan. Selain penguatan aspek teoritis, kegiatan juga diarahkan untuk membangun kesamaan persepsi antarwasit sehingga penerapan peraturan di lapangan dapat dilakukan secara konsisten.

Refreshing wasit juga menjadi momentum evaluasi dan penyegaran bagi perangkat pertandingan dalam menghadapi berbagai agenda kompetisi woodball. Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat mendukung terciptanya pertandingan yang lebih tertib, adil, sportif, dan profesional.

Kegiatan turut dihadiri oleh Ketua Pelaksana, Alimuddin, S.Or., M.Or., bersama jajaran panitia yang mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Pemanfaatan lingkungan Kampus II FIK UNP sebagai lokasi kegiatan juga memperkuat sinergi antara organisasi olahraga dan perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia olahraga.

Melalui Refreshing Wasit Woodball 2026, IWbA Sumatera Barat terus mendorong peningkatan kualitas perangkat pertandingan sebagai bagian dari pembangunan ekosistem woodball yang semakin profesional. Wasit yang memiliki kompetensi dan pemahaman regulasi yang baik diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas kompetisi sekaligus menjaga integritas pertandingan.

Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNP, Prof. Dr. Nurul Ihsan, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan Refreshing Wasit Woodball 2026 di lingkungan FIK UNP. Menurutnya, kegiatan peningkatan kompetensi perangkat pertandingan merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga yang profesional dan berintegritas.

“FIK UNP sangat mendukung kegiatan peningkatan kompetensi sumber daya manusia olahraga seperti refreshing wasit ini. Kualitas sebuah pertandingan tidak hanya ditentukan oleh atlet dan pelatih, tetapi juga oleh perangkat pertandingan yang memiliki kompetensi, integritas, dan pemahaman regulasi yang baik. Kami berharap kolaborasi antara FIK UNP dan IWbA Sumatera Barat dapat terus diperkuat sehingga bersama-sama kita dapat mendorong kemajuan olahraga woodball dan olahraga prestasi di Sumatera Barat,” ujar Prof. Dr. Nurul Ihsan, M.Pd.

Secara keseluruhan, kegiatan Refreshing Wasit Woodball 2026 menjadi langkah strategis IWbA Sumatera Barat dalam menjaga kualitas perangkat pertandingan sekaligus membangun standar profesionalisme wasit. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap penyelenggaraan kompetisi woodball yang semakin tertib, adil, sportif, dan berintegritas, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi dan pembelajaran berkelanjutan bagi sumber daya manusia olahraga, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan organisasi olahraga dalam mendukung pengembangan olahraga yang berkualitas dan berkelanjutan.