Padang, 3 Agustus 2026 – Dosen muda Departemen Pendidikan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP), Hilmainur Syampurma, S.Pd., M.Pd., AIFMO-P, dipercaya menjadi narasumber pada Workshop Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional yang diselenggarakan pada 1 Agustus 2026 di Ruang Sidang FIK UNP. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus pelestarian permainan rakyat dan olahraga tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa yang memiliki nilai pendidikan, sosial, dan kesehatan.

Workshop diikuti oleh mahasiswa, guru, pegiat olahraga, serta pemerhati permainan tradisional yang memiliki kepedulian terhadap upaya pelestarian budaya melalui aktivitas olahraga. Selain memperoleh materi secara teoritis, peserta juga mengikuti sesi praktik dan demonstrasi berbagai permainan rakyat yang dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran maupun aktivitas masyarakat.

Dalam pemaparannya, Hilmainur Syampurma menjelaskan bahwa permainan rakyat dan olahraga tradisional tidak hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kemampuan motorik, kerja sama, sportivitas, kepemimpinan, serta karakter peserta didik. Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, permainan tradisional tetap memiliki relevansi sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia.

“Permainan rakyat merupakan warisan budaya yang mengandung nilai-nilai pendidikan. Apabila dikemas secara inovatif, permainan tradisional dapat menjadi media pembelajaran PJOK yang menarik, mampu meningkatkan aktivitas fisik peserta didik, sekaligus menanamkan karakter positif,” ujar Hilmainur di hadapan peserta workshop.

Selain penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional yang menampilkan berbagai jenis permainan khas Nusantara. Festival ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk mengenal, mempraktikkan, serta memahami aturan dan filosofi yang terkandung dalam setiap permainan tradisional.

Melalui kegiatan ini, FIK UNP terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian olahraga tradisional sekaligus mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis budaya lokal. Keterlibatan dosen sebagai narasumber menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui diseminasi ilmu pengetahuan dan pelestarian budaya olahraga Indonesia.

Kegiatan workshop dan festival ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan permainan rakyat sebagai bagian dari warisan budaya yang dapat diwariskan kepada generasi muda.

Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Quality Education) melalui pengembangan pembelajaran yang inovatif dan berbasis budaya, Tujuan 3 (Good Health and Well-being) dengan mendorong aktivitas fisik melalui permainan tradisional, serta Tujuan 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui upaya pelestarian warisan budaya tak benda sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

(Lusi Angelia_Tim Humas FIK UNP)