Yogyakarta — Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang (FIK UNP), Donal Syafrianto, SST.FT., M.Fis., turut berkontribusi sebagai fisioterapis tim PSP Padang pada ajang Liga 4 Nasional Piala Presiden 2025/2026 di Yogyakarta. Keterlibatan tersebut menjadi bentuk nyata penerapan keilmuan fisioterapi olahraga, sport medicine, dan sport science dalam mendukung performa atlet daerah di kompetisi nasional.
PSP Padang mengawali perjuangan di babak 32 besar dengan hasil positif setelah menaklukkan Persimaju Mamuju dengan skor 1-0 pada laga pembuka Grup S di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa, 9 Juni 2026. Kemenangan tersebut membawa tim berjuluk Pandeka Minang berada di puncak klasemen sementara Grup S dan membuka peluang untuk melaju ke babak 16 besar.
Sebagai fisioterapis tim, Donal Syafrianto berperan dalam mendampingi kondisi fisik pemain, membantu proses pemulihan, melakukan pencegahan cedera, serta memastikan kesiapan atlet selama menjalani pertandingan. Peran tersebut menjadi penting dalam menjaga ketahanan pemain, terutama pada fase kompetisi yang menuntut kebugaran, konsentrasi, dan pemulihan yang optimal.
Kontribusi dosen FIK UNP dalam pendampingan PSP Padang menunjukkan bahwa keilmuan yang dikembangkan di perguruan tinggi dapat memberikan dampak langsung bagi dunia olahraga prestasi. Kehadiran fisioterapis dalam tim tidak hanya mendukung performa pertandingan, tetapi juga memperkuat ekosistem olahraga yang aman, sehat, profesional, dan berorientasi pada pembinaan jangka panjang.
Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP, Prof. Dr. Nurul Ihsan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan dosen FIK UNP dalam mendukung prestasi olahraga daerah melalui kompetensi profesional di bidang fisioterapi olahraga.
“Kami mengapresiasi kontribusi dosen FIK UNP yang hadir langsung dalam mendukung tim PSP Padang pada kompetisi nasional. Peran fisioterapis sangat penting dalam menjaga kesehatan atlet, mencegah cedera, dan memastikan pemain dapat tampil optimal. Ini merupakan bentuk nyata implementasi ilmu keolahragaan dalam mendukung pengembangan olahraga prestasi,” ujarnya.
Prof. Nurul Ihsan menambahkan bahwa keterlibatan dosen dalam pendampingan tim olahraga merupakan bagian dari penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam penerapan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan dunia olahraga. Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan juga dapat memperkaya pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan FIK UNP.
Kegiatan ini sejalan dengan visi FIK UNP untuk menjadi fakultas unggul dan bermartabat dalam bidang Pendidikan Jasmani, Kepelatihan, dan Ilmu Keolahragaan yang berdaya saing nasional maupun internasional. Melalui kontribusi dosen sebagai tenaga profesional olahraga, FIK UNP terus memperkuat perannya dalam menghasilkan sumber daya manusia olahraga yang kompeten, sehat, produktif, dan mampu mendukung pembangunan olahraga daerah secara berkelanjutan.
Secara lebih luas, pendampingan fisioterapi dalam kompetisi olahraga mencerminkan dukungan terhadap peningkatan kualitas kesehatan atlet, pembinaan prestasi, serta pembangunan ekosistem olahraga yang lebih profesional dan berkelanjutan. Melalui keterlibatan ini, FIK UNP kembali menegaskan komitmennya untuk hadir dalam pengembangan olahraga berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.