Dosen FIK UNP Dorong Porprov XVI 2026 sebagai Ruang Pembinaan Prestasi dan Penguatan Generasi Daerah

Komitmen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang (FIK UNP) dalam mendukung pembangunan olahraga daerah kembali terlihat melalui partisipasi aktif salah satu dosennya dalam forum dialog publik. Septri, S.Si., M.Pd., dosen Program Studi Ilmu Keolahragaan FIK UNP yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum II KONI Sumatera Barat, hadir sebagai narasumber dalam program Padang Menyapa yang disiarkan oleh RRI Pro 1 Padang 95,9 FM pada Jumat, 27 Maret 2026, pukul 08.00–09.00 WIB. Dialog bertema “Porprov XVI Tahun 2026, Sumbar Hebat, Olahraga Juara” itu juga diperluas melalui kanal YouTube RRI Pro 1 Padang, sehingga menjangkau khalayak yang lebih luas sebagai ruang diskusi publik mengenai arah pembinaan olahraga di Sumatera Barat.

Dalam forum tersebut, Septri tampil bersama Rudi Harizon, Ketua KONI Kota Solok, dan Erianto, Ketua KONI Kota Padang, dengan Wahyudi Maswar sebagai presenter. Pembahasan dalam dialog ini menempatkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026 sebagai momentum penting untuk memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kesiapan daerah, dan menumbuhkan budaya olahraga yang sehat serta berprestasi. Porprov dipandang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk menyiapkan atlet menuju level yang lebih tinggi, sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia daerah melalui olahraga.

Sejumlah isu utama mengemuka dalam diskusi, antara lain kesiapan infrastruktur dan venue pertandingan, konsistensi pembinaan atlet oleh KONI daerah, koordinasi antarkabupaten dan kota, hingga tantangan pembiayaan dan dukungan fasilitas. Para narasumber menekankan bahwa pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada fase menjelang pertandingan saja. Daerah, menurut mereka, perlu menempatkan olahraga sebagai bagian penting dari agenda pembangunan manusia. Kehadiran Septri, S.Si., M.Pd. dalam forum tersebut menunjukkan peran dosen FIK UNP yang tidak hanya bergerak di bidang pembelajaran dan penelitian, tetapi juga berkontribusi dalam ruang-ruang strategis yang berkaitan langsung dengan kebijakan dan masa depan olahraga daerah. Sebagai akademisi di bidang ilmu keolahragaan sekaligus pengurus KONI Sumbar, Septri merepresentasikan jembatan penting antara kampus, organisasi olahraga, dan kebutuhan pembinaan di lapangan.

Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP, Prof. Dr. Nurul Ihsan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan dosen FIK UNP dalam forum publik yang membahas pembangunan olahraga daerah tersebut. “Kehadiran dosen FIK UNP dalam dialog seperti ini menunjukkan bahwa kontribusi kampus terhadap olahraga tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi juga hadir dalam penguatan kebijakan, pembinaan, dan edukasi publik. Porprov harus dilihat sebagai sarana membangun prestasi sekaligus membentuk generasi yang sehat, disiplin, sportif, dan siap bersaing. Ini sejalan dengan peran FIK UNP dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul,” ujar Prof. Nurul Ihsan. Ia menambahkan, FIK UNP terus mendorong dosen-dosennya untuk aktif mengambil bagian dalam pengembangan olahraga berbasis ilmu pengetahuan, baik melalui penelitian, pendampingan, penyusunan program pembinaan, maupun keikutsertaan dalam forum-forum strategis daerah dan nasional. Menurutnya, penguatan olahraga daerah harus ditopang oleh kolaborasi antara perguruan tinggi, KONI, pemerintah daerah, media, dan masyarakat.

Bagi FIK UNP, pembahasan mengenai Porprov XVI 2026 ini selaras dengan visi fakultas untuk menjadi lembaga yang unggul, bermartabat, dan berdaya saing internasional di bidang Pendidikan Jasmani, Kepelatihan, dan Ilmu Keolahragaan. Olahraga tidak hanya diposisikan sebagai arena prestasi, tetapi juga sebagai wahana pendidikan karakter, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, dan penguatan daya saing daerah. Melalui forum Padang Menyapa, masyarakat diajak memahami bahwa Porprov 2026 harus menjadi titik tolak pembinaan olahraga yang lebih serius, terencana, dan berkelanjutan. Dengan dukungan semua pihak, Sumatera Barat diharapkan tidak hanya melahirkan atlet-atlet unggulan, tetapi juga membangun fondasi olahraga yang kuat untuk masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *