Berita

Mahasiswa FIK UNP Sabet Emas di Sumatra Open Riau, Dorong SDGs lewat Prestasi dan Pelestarian Pencak Silat

Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP) kembali menorehkan prestasi membanggakan di level nasional. Alvin Pusaka (NIM 25089131) dari Program Studi Ilmu Keolahragaan berhasil meraih medali emas (Juara 1) pada Kejuaraan Pencak Silat Gelanggang Silat Hangtuah Sumatra Open yang digelar di Stadion Kaharudin Nasution Hall A Sport Center Rumbai, Pekanbaru, Riau.

Ajang yang kerap dikenal sebagai Piala Kemenpora Riau Sumatera Open tersebut mengusung tema “Menciptakan SILATurahmi dalam Olah Raga Pencak Silat. Dengan Pencak Silat, Satukan Tekad, Membangun Karakter Bangsa.” Tema ini menegaskan bahwa pencak silat tidak hanya hadir sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga ruang pembinaan karakter, persaudaraan, dan persatuan di tengah keberagaman. Dalam atmosfer kompetisi yang kompetitif dan penuh tekanan, Alvin mampu menunjukkan performa terbaiknya—menggabungkan ketepatan teknik, ketahanan fisik, serta mental bertanding—hingga memastikan posisi puncak dan membawa pulang medali emas.

Capaian ini dinilai sejalan dengan arah pembinaan dan pendidikan di FIK UNP yang menekankan keseimbangan antara penguasaan ilmu keolahragaan, praktik lapangan, dan pembentukan karakter. Prestasi Alvin menjadi bukti bahwa mahasiswa FIK UNP tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga mampu berkompetisi dan berkontribusi nyata di panggung olahraga. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut turut memperkuat komitmen UNP—khususnya FIK—untuk melahirkan insan olahraga yang berdaya saing, disiplin, dan berintegritas, sekaligus membawa nilai manfaat bagi masyarakat.

Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, prestasi ini juga beririsan dengan semangat SDGs. Partisipasi aktif dalam olahraga prestasi mendorong budaya hidup sehat dan kebugaran (selaras dengan SDG 3: Good Health and Well-Being), sekaligus memperlihatkan dampak pendidikan berkualitas yang menghasilkan capaian nyata dan terukur (selaras dengan SDG 4: Quality Education). Di saat yang sama, pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang dipertandingkan dan dipopulerkan dalam event nasional turut mendukung penguatan komunitas dan pelestarian budaya olahraga tradisional (selaras dengan SDG 11: Sustainable Cities and Communities), serta menumbuhkan nilai sportivitas dan harmoni sosial melalui kompetisi yang menjunjung aturan dan fair play.

Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP, Prof. Nurul Ihsan, menyampaikan apresiasi atas capaian Alvin dan menilai prestasi tersebut sebagai cerminan keberhasilan pembinaan mahasiswa di lingkungan FIK UNP. Ia menegaskan bahwa keberhasilan mahasiswa di arena kompetisi bukan semata kebanggaan institusi, tetapi juga indikator bahwa pendidikan keolahragaan mampu melahirkan generasi yang sehat, unggul, dan siap memberi dampak positif. “Prestasi seperti ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIK UNP mampu mengimplementasikan disiplin latihan, sport science, dan karakter unggul dalam situasi kompetitif. Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga membawa nama baik kampus serta memperkuat kontribusi olahraga terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan,” ujar Prof. Nurul Ihsan.

Ke depan, FIK UNP mendorong agar prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berprestasi melalui jalur olahraga maupun kegiatan akademik. Dengan dukungan pembinaan yang konsisten, ekosistem kampus yang produktif, serta penguatan nilai-nilai karakter, FIK UNP berkomitmen menghadirkan lebih banyak atlet dan insan olahraga yang mampu mengharumkan nama daerah dan universitas, sekaligus menegaskan peran olahraga sebagai instrumen pembangunan manusia yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *