Akademisi Pengembang Kurikulum PSSI Raih Doktor, Hadirkan Model Latihan FMS Berbasis E-Book untuk Sepak Bola Usia Dini

Akademisi yang aktif dalam pengembangan kurikulum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Dr. Ikhwanul Arifan, S.Pd., M.Pd., resmi menyandang gelar doktor setelah dinyatakan lulus dalam ujian tertutup pada 12 Februari 2026. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan riset pembinaan sepak bola usia dini berbasis pendekatan ilmiah dan teknologi pendidikan.
Disertasi yang diangkat berjudul “Model Latihan Fundamental Movement Skills Game Oriented Berbasis E-Book untuk Meningkatkan Kemampuan Bermain Sepak Bola Usia 6–9 Tahun.” Penelitian ini mengembangkan model latihan berbasis Fundamental Movement Skills (FMS) dengan pendekatan permainan (game oriented) yang terintegrasi dalam media digital berbentuk e-book. Model tersebut dirancang untuk mendukung perkembangan motorik dasar anak sekaligus meningkatkan kemampuan teknis bermain sepak bola secara menyenangkan, sistematis, dan sesuai tahap pertumbuhan.
Pendekatan berbasis e-book menjadi inovasi penting dalam penelitian ini, karena memadukan unsur pedagogi, teknologi, dan sport science dalam satu paket pembelajaran yang aplikatif bagi pelatih sekolah sepak bola (SSB). Model ini diharapkan mampu menjadi rujukan dalam pembinaan sepak bola usia dini, khususnya dalam membangun fondasi gerak dasar sebelum memasuki tahap spesialisasi teknik yang lebih kompleks.
Dalam proses penyusunan disertasinya, Ikhwanul Arifan dibimbing oleh Prof. Dr. Eri Barlian, MS.., sebagai promotor dan Prof. Dr. Muhammad Sazeli Rifki, S.Si., M.Pd., sebagai ko-promotor. Keduanya memberikan penguatan teoritis dan metodologis sehingga model yang dikembangkan memiliki validitas akademik dan relevansi praktis dalam pembinaan sepak bola usia dini.
“Keberhasilan Dr. Ikhwanul Arifan dalam mengembangkan model latihan berbasis Fundamental Movement Skills menunjukkan bahwa riset kepelatihan di FIK UNP terus bergerak menuju inovasi yang relevan dengan kebutuhan sepak bola usia dini. Kami berharap hasil penelitian ini dapat memperkuat sistem pembinaan nasional dan menjadi referensi strategis dalam pengembangan kurikulum sepak bola Indonesia,” ujar Dekan FIK UNP, Prof. Dr. Nurul Ihsan, M.Pd.
Keberhasilan ini semakin memperkuat kontribusi akademisi dalam pengembangan kurikulum dan sistem pembinaan sepak bola nasional. Integrasi FMS dan pendekatan permainan menjadi strategi penting dalam membangun kualitas teknik, koordinasi, keseimbangan, serta kecintaan anak terhadap olahraga sejak usia dini. Model latihan yang dihasilkan diharapkan dapat memperkuat sistem pembinaan sepak bola Indonesia secara lebih terstruktur, modern, dan berbasis bukti ilmiah.
Dengan capaian doktoral ini, Dr. Ikhwanul Arifan diharapkan semakin aktif berkontribusi dalam pengembangan kurikulum kepelatihan sepak bola nasional, memperluas kolaborasi riset, serta mendorong lahirnya inovasi pembinaan usia dini yang berdampak pada peningkatan kualitas sepak bola Indonesia di masa depan.
Anda Mungkin Suka Juga
Juara 3 di Kejuaraan Jambi Open, Tim Triple Open Raih Prestasi Membanggakan
2 Juni 2025
Kolaborasi Multidisiplin Antara Universitas Negeri Padang dan Universitas Bung Hatta: Penggunaan Aplikasi untuk Penguatan Pembelajaran Bahasa Jepang di UTM Johor Malaysia dan SMK Kebangsaan Tuanku Muhammad di Kuala Pilah Negeri Sembilan Malaysia
13 Agustus 2025