FIK UNP Turun Langsung Melalui Program GERCEPDA untuk Pemulihan Wilayah Bencana Sumatera Barat Tahun 2025
Padang — Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam program kemanusiaan melalui Program Pengabdian Masyarakat Tanggap Bencana 2025. Salah satu proposal yang berhasil meraih pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi adalah “GERCEPDA: Gerak Cepat Tanggap Darurat Melalui Penguatan Logistik dan Pemulihan Ekonomi Mendukung Pencapaian SDGs di Wilayah Bencana Sumatera Barat di Kecamatan Palembayan dan Tanjung Raya”. Proposal ini menjadi satu dari lima proposal UNP yang dinyatakan lolos dari total 41 pengajuan di wilayah Sumatera Barat, menegaskan relevansi dan urgensi program yang dirancang untuk menjawab kondisi pascabencana di daerah tersebut.
Pelaksanaan program difokuskan pada dua wilayah yang terdampak berat, yakni Kecamatan Palembayan dan Kecamatan Tanjung Raya. Dalam kegiatan ini, tim dosen dari Fakultas Ilmu Keolahragaan memegang peranan penting melalui kepemimpinan Dr. Zulbahri, S.Pd., M.Pd. (Departemen Pendidikan Olahraga) sebagai ketua tim, serta Marsika Sepyanda, M.Pd. (Departemen Kesehatan dan Rekreasi) sebagai salah satu anggota tim. Kompetensi keduanya dalam bidang pendidikan olahraga, kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan komunitas memberikan fondasi kuat bagi pelaksanaan program yang responsif dan berorientasi pada pemulihan berkelanjutan. Menyampaikan pandangannya, Dr. Zulbahri, S.Pd., M.Pd. menegaskan, “Program ini bukan hanya tentang distribusi bantuan, tetapi tentang bagaimana kita membangun kembali kemandirian masyarakat melalui penguatan logistik dan pemulihan ekonomi yang terstruktur. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang dilakukan memberi dampak nyata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”
Selain tim dosen, program ini juga diperkuat oleh keterlibatan sepuluh mahasiswa FIK UNP yang berpartisipasi dalam asesmen kebutuhan, pendampingan lapangan, hingga pengelolaan data dan koordinasi logistik. Pelibatan mahasiswa menjadi bentuk pembelajaran kontekstual yang memungkinkan mereka memahami secara langsung dinamika penanganan bencana dan pemulihan masyarakat. Tidak hanya FIK, beberapa dosen dari fakultas lain di UNP turut bergabung untuk memperkuat aspek multidisipliner yang dibutuhkan dalam program ini, mencerminkan komitmen universitas dalam menghadirkan solusi komprehensif bagi masyarakat terdampak.
Pengumuman kelolosan proposal pada 5 Desember 2025 langsung disusul dengan langkah cepat tim GERCEPDA. Pada 6 Desember 2025, tim segera menggelar rapat inisiasi untuk melakukan koordinasi, penyesuaian RAB, serta penyusunan rencana kerja yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat. Tahapan awal ini dilakukan secara intensif sebagai upaya untuk merespons kebutuhan mendesak di lapangan. Menyoroti pentingnya gerak cepat tersebut, ketua tim juga menyampaikan, “Ketika berbicara tentang bencana, waktu adalah faktor krusial. Karena itu, begitu hasil diumumkan, kami langsung bergerak agar setiap persiapan dapat dilakukan seefektif mungkin. Keterlambatan sekecil apa pun bisa berdampak besar bagi masyarakat yang tengah berusaha bangkit.”
Secara keseluruhan, program GERCEPDA hadir sebagai wujud komitmen UNP dalam mendukung pemulihan pascabencana melalui pendekatan yang tidak hanya cepat, tetapi juga strategis dan berkelanjutan. Melalui penguatan logistik, pendampingan ekonomi, serta kolaborasi lintas bidang, program ini dirancang untuk mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di wilayah Sumatera Barat. Kehadiran GERCEPDA menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi memiliki peran vital dalam menggerakkan perubahan dan memberikan kontribusi langsung bagi kesejahteraan masyarakat.



Anda Mungkin Suka Juga
Fakultas Ilmu Keolahragaan Akan Mengangkat 5 Kegiatan Nasional
3 Juni 2024
Kejuaraan Tennis Eksekutif FIK CUP II Universitas Negeri Padang Sukses Digelar untuk Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-79
16 Agustus 2024