Berita,  Pengabdian

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DENGAN JUDUL “BAHASA INGGRIS SEBAGAI JENDELA DUNIA: PROGRAM PELATIHAN UNTUK ANAK-ANAK DI NAGARI MATUA MUDIAK KECAMATAN MATUR KABUPATEN AGAM” TELAH DILAKSANAKAN DENGAN SUKSES

Matur, September 2025. Dalam era globalisasi saat ini, kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki oleh generasi muda. Bahasa Inggris tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tetapi juga membuka akses terhadap berbagai informasi, pendidikan, dan kesempatan kerja di tingkat internasional. Mencermati kondisi tersebut, Departemen Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang meluncurkan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan pelatihan bahasa Inggris bagi anak-anak di Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam.

Program pelatihan bahasa Inggris ini memiliki beberapa tujuan utama, antara lain: Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris: Membantu anak-anak di Nagari Matua Mudiak untuk menguasai keterampilan berbahasa Inggris, termasuk berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis. Meningkatkan Kesadaran Budaya: Menanamkan rasa penghargaan terhadap budaya yang berbeda, mendorong anak-anak untuk memahami dan menghormati perspektif global. Pemberdayaan Melalui Pendidikan: Memberikan kepercayaan diri dan keterampilan yang diperlukan untuk mengejar kesempatan pendidikan lebih lanjut, baik di dalam maupun luar negeri. Keterlibatan Komunitas: Melibatkan orang tua dan anggota masyarakat lokal dalam proses pendidikan, menciptakan lingkungan yang mendukung belajar anak-anak.

Program ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2025, di Nagari Matua Mudiak Kecamatan Matur tepatnya di SD Negeri 17 Sidang Tangah dengan serangkaian workshop dan sesi interaktif yang berlangsung selama enam bulan. Program Pengabdian Kepada Masyarakat dari Departemen Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang ini di ketuai oleh dosen Kepelatiahan yaitu Kristian Burhan, M.Pd, beliau merupakan Dosen Bahasa Inggris yang mengajar di Departemen Kepelatihan. Kristian juga mengajak beberapa orang Dosen Departemen Kepelatihan untuk bergabung ke dalam tim Pengabdian ini diantaranya Dr. Roma Irawan, M.Pd, Bram Sujadesman, M.Pd, Sari Mariati, M.Pd, Desi Purnama Sari, M.Pd, Dr. Suci Nanda Sari, M.Pd, serta Dr. Ardo Okilanda, M.Pd.

Program pelatihan ini terbagi dari beberapa tahap, diantaranya: Penilaian Kebutuhan, Sebelum pelatihan dimulai, tim fakultas melakukan penilaian kebutuhan untuk memahami tantangan spesifik yang dihadapi anak-anak dalam belajar bahasa Inggris. Survei dan wawancara dengan pendidik lokal dan orang tua memberikan wawasan berharga mengenai lanskap pendidikan di komunitas ini. Tahap selanjutnya Pengembangan Kurikulum, Berdasarkan hasil penilaian kebutuhan, kurikulum yang disesuaikan dikembangkan, menggabungkan aktivitas menarik seperti bercerita, permainan, dan diskusi kelompok. Kurikulum ini dirancang untuk membuat proses belajar menjadi menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Dan yang paling penting Adalah tahapan Sesi Pelatihan, dimana dipimpin oleh dosen dan mahasiswa sukarelawan dari universitas. Sesi ini berfokus pada metode pembelajaran interaktif, memungkinkan anak-anak untuk mempraktikkan keterampilan bahasa mereka dalam situasi dunia nyata. Tahap akhir dari pengabdian ini Adalah tahapan Evaluasi dimana evaluasi dilakukan untuk mengukur kemajuan anak-anak. Umpan balik dikumpulkan dari peserta, orang tua, dan pelatih untuk menilai efektivitas program dan mengidentifikasi area perbaikan.

Hasil dan dampak yang diharapkan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan Anak-anak menunjukkan peningkatan yang mencolok dalam keterampilan bahasa Inggris mereka, dengan banyak yang mengungkapkan rasa percaya diri yang lebih besar dalam berbicara dan mendengarkan. Melalui berbagai aktivitas, anak-anak mendapatkan wawasan tentang berbagai budaya, menumbuhkan rasa kewarganegaraan global. Keterampilan yang diperoleh selama pelatihan akan menjadi dasar untuk pendidikan lebih lanjut, memberdayakan anak-anak untuk mengeksplorasi peluang di luar lingkungan mereka. Untuk menjaga momentum inisiatif ini, beberapa arah untuk kedepannya diusulkan adanya pelatihan berkelanjutan dengan cara menetapkan program pelatihan Bahasa Inggris regular untuk memastikan pembelajaran yang berkelanjutan dan perbaikan. Lalu bekerja sama dengan organisasi local untuk mengembangkan dan menyediakan bahan ajar di Sekolah Dasar di daerah Matua Mudiak. Membentuk mitra dengan beberapa Sekolah Dasar lainnya yang ada di Nagari Matua Mudiak Kecamatan Matur Kabupaten Agam ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *